Thursday, January 10, 2019
Otomasi dengan
Pneumatik
Dewasa ini, evolusi teknologi kontrol telah mencapai satu titik di mana hampir semua proses dan manufaktur di industri merupakan kombinasi dari aplikasi berbagai subsistem seperti pneumatics, mechanics, electrics, computer, control dan information technology. Disain mesin-mesin dan peralatan produksi modern dapat dikatakan sebagai suatu mechanical construction dengan menggunakan pneumatics/hydraulic/electric actuator &motor sebagai penggeraknya dan PLC sebagai main controller–nya. Didukung dengan berbagai komponen lain yang berfungsi sebagai internal interfacedan operator interface. Misalnya solenoid, switch, sensor, relay, &encoder untuk internal interface, dan push button, thumb switch, &potensiometer untuk operator interface.
Fluida merupakan substansi yang dapat mengubah
bentuk (mengikis) secara terus menerus seperti yang terjadi pada aplikasi shear stress, atau pada fenomena alam
lainnya. Fluida dapat berbetukgasdan cair. Teknik atau cara penggunaan fluida
cair padaaplikasi power transmission lazim
disebut hydraulic system,
sedang sistem lain yang menggunakan fluida gasuntuk aplikasipower transmission disebut sistem
pnumatik. Pada sistem hidrolik digunakan oli mineral sebagai fluida kerjanya,
sedang pada sistem pnumatikdigunakan udara atmosfir.
Mekanisasi dan otomatisasi dalam bidang proses dan manufaktur di
industri menjadikan pneumatic automation menjadi pilar utama dalam
banyak industri, misalnya untuk keperluan material handling, packaging,
bottling, distributing, & sorting system. Otomasi dengan
pnumatik diterapkan diberbagai industri, misalnya industri makanan &
minuman, farmasi, logam, pertambangan dan petrokimia.
Kemajuan teknologi di bidang otomasi dengan pnumatik tersebut
menuntut tersedianya engineering and
maintenance personal yang memiliki pengetahuandan pengalaman praktis di
bidang mechanical, electrical,
electronic andcompressed air/fluid power technologies.
Penggunaan controlpnumatik dan aktuasi menjadi semakin luas di
bidang otomasi industri. Salah satu alasannya adalah, dari sekian banyak
masalah otomasi industri, maka tidak ada medium yang lebih mudah didapat dan
lebih ekonomis.Disamping memiliki karakteristik positif sistem kontrol pnumatik juga memiliki karakteristik negatif.
1.
Quantity : Tersedia di mana saja dan tak terbatas
2.
Transportation : Mudah disalurkan melalui pipa
3.
Storage : Dapat disimpan di dalam tanki atau botol
4.
Temperature : Udara tidak sensitif terhadap fluktuasi suhu.
5.
Explosion-proof : Udara tekan tidak menyebabkan terjadinya ledakan.
6.
Cleanliness : Udara tekan sangat bersih tidak menimbulkan polusi.
7.
Construction : Konstruksi komponen pnumatik relatif sederhana.
8.
Speed : Udara tekan merupakan working medium yang mempunyai respon cepat
[1-2 m/s].
· Preparation : Udara tekan yang digunakan sebagai fluida kerja pada sistem
kontrol pnumatik harus memenuhi persyaratan teknis dan perlu dipersiapkan
dengan presisi, dan memerlukan peralatan yang harganya realtif mahal.Udara
tekan harus bebas dari debu dan uap air (moisture), karena dapat merusak
komponen pneumatik.
· Force : Udara tekan mencapai titik ekonomisnya pada tekanan700 kPa atau
7 bar dengan daya tekan sebesar 20.000 –30.000 N.
· Exhaust air : Exhaust air sangat bising, sehingga memerlukan material yang dapat menyerap suara.
·
Cost : Udara kempa merupakan medium yang relatif mahal.